
Dashin_Shunfyed- CLAMP General

- Jumlah posting: 9141
Age: 100
Location: Paris Van Java
Legion:

Registration date: 07.09.07
Character Details
User Title: Shadow King
User Prowess: Level 11
Word of the day: When there is no more room in hell, the dead shall walk the earth. And they gonna be my soldier
by Dashin_Shunfyed on Fri May 02, 2008 7:40 pm
Malam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari raya Imlek akan
tiba. Syaoran yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak
tangannya untuk mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung
hantu di kejauhan. Syaoran mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya
berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini. Syaoran ditugaskan
untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota.
Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, dan
satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat
yang sudah tua dan jalannya lambat.
Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Syaoran pun naik.
Hanya ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Syaoran terus melangkah
menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja.
Tetapi langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di
dekat tangga.
Nenek itu berkata,”Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.”. Syaoran terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang
bis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karena
merasa ngeri, Syaoran pun mengurungkan niatnya untuk naik ke atas.
Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Syaoran duduk sambil
membayangkan hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.
Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui. Syaoran telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu
berhenti di sebuah halte. Syaoran turun sambil menarik nafas lega,
sementara bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.
Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Syaoran kembali
ditugaskan bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang
sama. Syaoran pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan
bis yang kemarin muncul lagi, Syaoran naik. Penumpang bis yang terlihat
hanya beberapa orang saja. Syaoran lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di
sana Syaoran kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di
dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin.
Nenek itu berkata,”Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.”. Syaoran teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan
memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga.
Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat
tujuan Syaoran. Syaoran turun dengan perasaan lega.
Dan bis itu pun melanjutkan perjalanan kembali.
Keesokan harinya, tepat pada malam Imlek, Syaoran kembali diberi tugas
oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama
dengan sebelumnya. Syaoran menunggu bis di halte sambil melihat ke
sekelillingnya. Suasana kota terlihat meriah. Lampion dan hiasan
berwarna warni menghiasi sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yang
ditunggunya datang, Syaoran naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan
yang kemarin. Syaoran melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar
saja, nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ. Syaoran
lalu mendekati nenek keriput itu. Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Syaoran mendahuluinya, “Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap
akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam Imlek dan suasana
kota begitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun.”
Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Syaoran lalu naik
ke atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Syaoran memilih
untuk duduk di dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang.
Tetapi hingga 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa.
Akhirnya Syaoran sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di
sebuah halte. Syaoran turun dari tingkat atas dan mencari si nenek
keriput di dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Syaoran bertanya, “Nek,
kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah
mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan.
Sebenarnya ada apa sih, nek?”
Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab, “Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya.”
_________________
Hohohoho monitor anda berdarah... Silakan dielap... X3